KAYA ATAU MISKIN???
Ukuran untuk kaya atau miskin??? Kira- kiar kita ada
dimana????
Saya telah bertaya kepada orang
yang terbilang ekonominya cukup, “ bagaimana perasaan bapak setelah punya uang
dan harta yang begitu banyak???” kurang lebih seperti itu. Sungguh aneh dengan
apa yang saya dengar, beliau malah bilang kalau dirinya tidak bahagia, beliau
bilang anak – anaknya menjadi manja karna selalu meminta uang yang berlebihan, waktu
mereka habis dengan kesenangan diluar sana, istri saya juga sering pergi
bersama teman-temannya, “ rumah saya hanya menjadi tempat singgah semata”
terlebih waktu saya habis untuk bekerja. Itu yang saya dapat dari seseorang
yang kita piker bahagia dengan kekayaannya.
Dilain waktu saya juga pernah
bertanya kepada kake tua penjual abu gosok. Ditengah keringatnya saya memberikan dia minum
dan bertnya tentang usahanya menjual abu gosok. “ kenapa bapak tidak diam di
rumah dan biarkan anak bapak yang bekerja???”
aneh nya sibapak itu malah tersenyum dan berkata bahwa hidupnya dengan
abu ini sudah lebih dari cukup. Saat saya Tanya denga kebahagiaan yang dia
dapat. Beliau blang kalau beliau cukup bahagia dapat hidup bersama istri
danmelihat anak-anaknya menyambung hiup sendiri.
Ketika saya memikirkan tentang
dua keadaan di atas, sekarang saya tau ukuran untuk kaya atau miskrin bukanlah
dari jumlah ahrta atau pangkat yang kita punya. Cukup dengan persaan yang kita
miliki, perasaan yang kita rasakan, ketenangan hidup yang kita alami, itulah yang
menjadi tolak ukur seberapa kayakah diri kita dan seberapa miskinkah diri kita.
“Sesungguhnya kaya atau
miskin itu berasalh dari dalah hati kita masing-masing”`
0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan masukan komentar anda untuk memperkaya pengetahuan kita semua.